26 Agustus, 2008

[resto-indonesia] Berita Kota: Martabak Bolu, unik dan menggoda

Dear Mbak Laksmi di Berita Kota,
 
Bu Nadia nitip ucapan terima kasih untuk artikelnya tentang Martabak Bolu.
 
Salam,
 
Radityo Djadjoeri
 
-----------------------------------------------------------------------
 
Martabak Bolu, unik & menggoda
 
Bandung adalah 'surga' makanan enak. Setiap kali datang ke Kota Kembang ini, selalu saja ada makanan baru hasil kreasi yang baru dan banyak dibicarakan para pecinta kuliner, utamanya yang tergabung dalam komunitas Bangomania, adalah Martabak Bolu.
 
Memang, tampilannya seperti martabak manis atau yang biasa disebut Terang Bulan. Namun yang istimewanya adalah Martabak Bolu ini permukaannya tidak berminyak sebagaimana martabak biasa. Jadi, bagi pecinta kuliner yang gemar makan enak tapi takut lemak, inilah jawabannya.
 
Soal rasa, tentu berbeda juga dengan martabak biasa. Martabak bolu ini lebih lembut teksturnya. Hanya, para penyuka makanan manis berkomentar bahwa rasa manisnya kurang. "Enak, tapi kurang manis,' kata Syahlan sambil menguyak Martabak Bolu.
 
Sementara Teguh, pemuda asal Cilacap, mengusulkan agar produsen menambah varian rasa ketan hitam dan kelapa. Untuk tahap awal ini, Martabak Bolu tampil dengan empat rasa, yaitu keju, keju-coklat, kacang-coklat dan keju-kismis.
 
Menurut Nadia Damara, pemilik Martabak Bolu Golden Bell, kue buatannya tanpa campuran bahan pengawet sedikitpun. Karena itu, Martabak Bolu hanya tahan tiga hari. "Tapi kalau masuk lemari es bisa taha satu minggu," jelasnya.
 
Meski demikian, rasa sodanya masih begitu kuat di lidah. Hal ini tentu saja mengurangi kelezatan rasa kue. Untungnya, Martabak Bolu tidak harus dimakan dalam keadaan panas sebagaimana martabak biasa. Kulit Martabak Bolu lebih tipis dibanding martabak biasa.
 
Selain itu, bahan-bahan yang dipilih untuk membuat Martabak Bolu berkualitas nomor satu. Full Cream misalnya, Nadia menggunakan full cream istimewa yang harganya Rp 65.000/kilogram. Sementara full cream biasa harganya cuma Rp 35.000/kilogram. "Bahkan airnya pun kami pakai air minum kemasan isi ulang, bukan air mentah yang dimasak," ujarnya.
 
Meskipun menggunakan bahan baku berkualitas nomor satu, Nadia Damara tidak mematok harga mahal untuk produk Martabak Bolunya. "Dengan meningkatnya harga bahan baku, kami masih bisa jual dengan harga murah Rp 27.500 sampai dengan Rp 30.000. Bandingkan dengan harga martabak umumnya antara Rp 37.500 sampai dengan Rp 45.000," katanya.
 
Anda tertarik untuk mencoba?  
 
rya
 
Berita Kota - Minggu, 03 Agustus 2008
 
 

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Groups

Everyday Wellness Zone

Check out featured

healthy living groups.

All-Bran

Day 10 Club

on Yahoo! Groups

Feel better with fiber.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: