15 Desember, 2008

[resto-indonesia] Era Food Gathering dan 4 Kuadran Kuliner

Era Food Gathering dan 4 Kuadran Kuliner.

Beberapa puluh abad yang lalu, manusia berburu makanan; atau sering kita kenal dengan era 'food gathering'. Ternyata era ini berulang lagi dalam kehidupan kita di abad 21 ini.

Seberapa sering anda makan dirumah? Apakah anda lebih sering makan diluar daripada memasak sendiri?

Sebagian besar dari kita telah kembali ke era food gathering, seperti nenek moyang kita dulu. Kita jarang lagi menanam jagung di kebun kita, atau menyemai kentang di ladang kita. Kalaupun kita berkebun atau bercocok tanam, itu pastilah hobi, atau bagian dari bisnis kita. Kita jarang sekali bisa memasak apa yang kita tanam. Manusia kembali berburu untuk makanan.

Bedanya, dulu pilihan berburu sangat terbatas, jadi manusia cenderung tidak pilih-pilih ketika berburu. Mana ada, mana sikat!

Di era food gathering abad 21, manusia dijejali dengan begitu banyak pilihan makanan. Dari kaki lima sampai restoran mewah, dari makanan lokal tradisional sampai gerai modern franchise dari negara lain, dan masih banyak lagi pengkategorian makanan yang ada di sekitar kita.

Saya mencoba membagi bagaimana manusia sebagai makhluk konsumsi memutuskan apa yang akan menjadi "buruannya" berupa apa yang dia makan dan minum menjadi empat kuadran yaitu:

1. The Common (C)
2. Price Comparative (P)
3. Sense Seduction (S)
4. As Destination (D)



Mari kita bahas satu persatu.

Kuadran pertama : The Common (C)

Kuadran pertama yaitu The Common (C), adalah ketika kita pergi ke sebuah restoran-yang-entah-dimana dan memiliki daftar menu panjang, lalu memilih menu NASI GORENG dan ES TEH (berlaku apabila anda orang Indonesia pada umumnya, tentunya). Atau misal ketika kita berada di Paris, lalu masuk ke McD, karena bingung menentukan pilihan makanan, sedangkan kita sudah sangat lapar.

Yang dimaksud di kuadran C adalah kondisi pemilihan menu yang sudah umum anda konsumsi, yang anda sudah tahu persis atau 'kira-kira' rasanya seperti apa. Kita main aman, tidak mau ambil resiko akan rasa makanan baru, ataupun untuk harus membayar harga yang (mungkin) terlalu mahal.

Kuadran kedua : Price Comparative (P) 

Price comparative (P) adalah kuadran dimana ketika kita berada di sebuah tempat dan dengan berbagai macam makanan dan harga, atau ketika di restoran disodori daftar menu, dengan harga yang bervariasi. Kita kemudian membandingkan harga-harga tersebut dan menghitung dengan asas ekonomi, apa yang sekiranya murah dan membuat kenyang, itulah yang kita pilih. 

Kuadran ketiga : Sense Seduction (S)

Kuadran berikutnya adalah Sense Seduction (S) dimana terletak kondisi ketika kita membaui aroma terasi yang ditumis, atau sate yang dibakar disebuah jalan, lalu tiba-tiba kita merasa lapar ingin makan sate. Putar balik, sampailah kita ke warung sate tersebut.

Iklan makanan dijalan, melihat orang lain sedang makan makanan tertentu, atau mendengarkan cerita yang berhubungan dengan makanan sehingga membuat kita lapar dan ingin makan, melihat gambar sebuah makanan di buku menu dan memilihnya, adalah kondisi-kondisi yang bisa menyebabkan kita berada di kuadran S ini.

Kuadran keempat : As Destination (D)

Kuadran terakhir adalah As Destination (D). Kondisi semisal; ketika kita sejak bangun tidur dirumah, sudah membayangkan ingin makan bakmi jawa Mbah Mo nanti malam. Bakmi Mbah Mo sebagai tujuan spesifik apa yang kita makan. 

Kondisi D ini sebenarnya adalah efek dari ketiga kuadran yang lain. Kita sudah tahu persis seperti apakah bakmi jawa tersebut (C), kita sudah tahu kira-kira berapa harganya (P), dan kita sudah bisa membayangkan rasa, warna, bentuk dan aromanya (S).

Artikel oleh Fajar Handika.
Juga dipublikasikan di http://andylicate.wordpress.com

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Everyday Wellness

on Yahoo! Groups

Find groups that will

help you stay fit.

John McEnroe

on Yahoo! Groups

Join him for the

10 Day Challenge.

.

__,_._,___

Tidak ada komentar: